Kamis, 09 Maret 2017

Oh, Gojek


Eits. Tulisan ini cuma untuk curhat. Bukan untuk profokasi, ya! he-he

Sebagai warga Samarinda yang tak pernah luput dari update-an BUSAM di Facebook, pastinya sudah pada tahu, kan, beberapa hari yang lalu para supir angkot melakukan demo untuk menghentikan oprasi gojek di Kalimantan?

Sebagai pengguna Gojek dan Go-Food, and also sebagai mahasiswi yang bisanya cuma curhat di blog, aku pengin sedikit berbai cerita lagi tentang pengalaman selama menggunakan gojek.

Oke, mulai dari sangat awal sekali.

Aku pertama kali naik gojek itu, waktu di Jakarta. Berhubung di sana macet dan angkot apalagi Kopajanya serem, jadi aku memutuskan untuk naik gojek sajalaah~ Fyi, Saat itu di Kalimantan belum ada Gojek. Kesan pertama kali, Subhanallah, baik banget abang gojeknya.
Waktu itu, aku mau ke Kota Kasablanka. Enggak jauh-jauh banget dari tempatku, yaitu di Menteng Atas. Abang Gojek tiba-tiba datang menghampiri "Ini mbak Fira, ya? Maaf ya mbak, saya enggak pakai kostum ala gojek. Soalnya takut diisengin sama abang-abang yang lain (baca: tukang ojek di pangkalan)" Ujar si Bapak yang aku lupa siapa namanya. Tanpa berlama-lama, aku langsung pakai helm yang diberi oleh si Bapak dan cuuuuus ke Kokas. Dalam perjalanan yang sebentar itu, Bapak sempat cerita tentang bagaimana keadaannya. Beliau harus terus menyembunyikan jaket dan helm hijaunya untuk mencari aman. "Padahal kan, rejeki mah udah di atur ya neng. Enggak ada salahnya kalau ada gojek. Lagian, banyakan juga yang minat sama kita-kita karena lebih murah. Tapi, ya namanya juga mereka yang ada duluan, ya udah deh. Istilahnya mah, mereka udah senior," tambah si Bapak.

To be honest, aku iya-iya-in aja tuh si Bapak. Padahal, ya Allah, kasian banget dah. Nyari duit gini amat.

Oke, lanjut cerita ke-dua. Masih di Jakarta.
Dan masih sama, di Mentas. Namun kali in tujuannya ke Tebet. Aku pesan Gojek dan menunggu di Rasuna Office Park. Enggak butuh waktu lama menunggunya, tetiba si abang Gojek datang. Aku masih inget banget namanya itu Arif. Soalnya, doi masih muda, masih kuliah, katanya. So, enggak mau dipanggil abang. Ew genit amat-_-. sekip. Lanjut pada cerita si Arif. Begini percakapannya,

Note: Si Arif emang rada genit dan sok akrab
A: Arif
FC: Fira Cantik

***
A: Ini Fira, ya?
FC : Iya, bang.
A: Oke, pakai helmnya dulu, Fir.
FC: (ebuset uda manggil nama aje ni orang, sokap lu? haha) Oke, bang *lalu naik motor*
A: Fira kuliah disini?
FC: Enggak, bang. Lagi liburan aja.
A: Oh, aku masih kuliah, Fir. Jangan panggil abang. Panggil nama aja
FC: Oh, iya.
A: Ngapain ke Tebet?
FC: Ketemu temen
A: Ohh, maaf yah Fir banyak tanya. Biar enggak BT gitu. Jauh soalnya.
FC: Lah iya enggak papa. Sudah lama jadi gojek?
A: Baru lima bulan nih. Lumayan buat bayar SPP
FC: Ohh gitu, kiran udah lama
A: Baru Fir, ini juga terpaksa. Kalau banyak duit mah kerjanya 'ngegedung' bukan 'ngegojek'.
FC: *ketawa* *padahal sedih* *lalu diem*

PS: Ya mungkin dari tanda kutip itu, kalian bisa mengerti maksud Arif ya.
Akhirnya sampai pada tujuan. Yaitu di Taman Honda Tebet. Waktu itu mau ketemuan sama si Riva. Tapi Riva beluman dateng. Terus si Arif bilang "Eh ini aku tinggal ya. Hati-hati jangan nyasar". Terus akhirnya aku mikir. Sebelum jadi driver gojek itu, harus dilatih jadi baik, ya? atau emang mereka pada baik? atau, gimana sih? au ah. Intinya mereka pada baik.

Sebenarnya, masih banyak pengalaman menarik waktu naik Gojek. Tapi, di Jakarta aku lebih sering naik Grab Bike dan Grab Car. Karena ini cerita tentang gojek, yauda ceritanya tentang gojek aja. hahaha.

Naaah sekian lamanya waktu berjalan, akhirnya tibalah Gojek di Samarinda.
YEAAAY! Senang banget ketika mendengar kabar tersebut. Karena, semenjak ada Gojek, aku enggak perlu repot lagi kalau kemana-mana. Khususnya saat mau pulang ke Sangatta. Yang biasanya harus dempet-dempetan di angkot untuk menuju terminal Lempake, belum lagi om supirnya mutar-mutar dulu masuk gang untuk nganter penumpang, sekarang bisa jadi cepat nyampe Lempake.

Kedua, senang karena akhirnya ada yang mem-fasilitasi ke-mager-an ku. (Baca: GoFood).
Tahu sendiri ya, kalau ciwiciwi suka magerita manja mau beli makan keluar. Apalagi yang berjilbab, harus pakai celana/rok panjang dulu, baju lengan panjang/jaket dulu, dan jilbab dulu. Eits! bukan berarti jilbab ini ngeribetin, ya! Ini kan, posisinya lagi mager. Hehe. Jadi, apa-apa serba mager. Hehe.

Aku punya dua kejadian tak mengenakkan selama naik Gojek di Samarinda. Bukan karena ulah Gojek, namun karena 'diisengin'. Satu adalah ceritaku, dan satunya adalah cerita teman sekontrakanku. Fitri namanya.

Mulai dari ceritaku, ya!
Waktu itu, aku mau pulang kampung, ke Sangatta. So, seperti biasa aku naik gojek ke terminal Lempake. Sampai di sana, aku mendengar para supir angkot meneriakiku. "Mbaknya, kalau ke sini jalan kaki aja!" Itu ditujukan untukku, setelah aku membayar dan Gojeknya pergi.
Seketika aku menoleh, lalu kuputuskan untuk tidak menghiraukannya.

Sambil berjalan terus menuju Bus tujuan Sangatta, aku dihampiri oleh bapak-bapak. Aku enggak ngerti beliau siapa, intinya beliau bilang, "Mba, Kalau mau kesini ya naik angkot. Di sini tempatnya angkot. Kalau mau naik gojek, turun dari pinggir jalan raya. Jangan masuk terminal," tutur si Bapak.

YAELAAAAAH. Busetdah. Kaget, ternyata gitu, ya, peraturannya. "Oh, iya pak. Maaf saya enggak tahu," jawabku ketus. Teguran bapak-bapak itu membuatku menjadi pusat perhatian, dan seketika mood ku hancur! Di dalam bus, yang biasanya aku melontarkan senyum pada orang yang duduk di sampingku, saat itu aku hanya diam sambil berkutat dengan HP. Tiba-tiba, ada seorang ibu yang menegurku. "Mba, emang enggak boleh naik gojek sampai dalam terminal. Kena disariki lawan buhan angkot. Kemarin aku kejadian jua soalnya," tukas si Ibu. Aku hanya membalas perkataan ibu itu dengan "iya bu, saya enggak tahu soalnya," udah. gitu aja. lagi bete soalnya. maaf ya bu.

Okeh, cerita ke dua!!!!
Ini ceritanya dari Fitri. Temen se-gue-gue-elo-elo-an kalau di kontrakan. Partner kamar. Partner ngomongin orang. Partner curhat. Partner tebeng-menebeng. DSB.

Saat itu, Fitri baru pulang dari Sangatta dan kembali ke Kota Tepian, Samarinda.
Doi memutuskan untuk naik Gojek menuju kontrakan. Fitri sudah pernah sebelumnya mengantisipasi kemarahan supir angkot bersamaku beberapa bulan lalu, saat kami balik menuju Samarinda bersamaan. Kami menunggu driver Gojek datang dari tempat yang agak jauh dari terminal. Biar enggak ketahuan sama supir angkot, kalau kami naik Gojek.

Back to story, si Fitri ini sempat diminta turun dan dikejar oleh supir angkot, lho!
Fitri cerita begini "Iyah Nem, (Nem: Panggilan SMP gue, ENEM) masa waktu gue udah naik gojeknya tuh, gue dikejar coba sama si tukang angkot. Emang awalnya udah diingetin sama supir angkot yang laen, katanya mbak, mbak, naik angkot mba, udah nunggu dari tadi. Ya tapi kan gue ga mau!! Terus si driver gojek baik banget, dia bilang mba, kalau mau turun enggak apa, mba. Ya tetep aja gue gamau terus gue bilang ih gamaugamaugamau sambil memalingkan muka ke arah lain biar enggak kelihatan si supir angkot yang ngejar. Terus yaudah deh, gue ama abang gojek pura-pura stay cool aja. Sumpah Nem, gue deg-deg-an banget disitu," Curahan hati seorang Fitri.

Nah, jadi begitu ceritanya, guys.

Dear para pencari nafkah, rejeki kita sudah diatur dengan baik oleh Allah. So, enggak perlu merasa penumpang/customer kamu diambil oleh orang lain. Sama sekali enggak perlu.
Semua sudah ada porsinya. Tinggal kita aja yang berusaha untuk menjalaninya dengan ikhtiar dan penuh kesabaran.

Tempel hadist ini dalam otak,

 Innallaha ma'assoobiriin "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar"

Okay. Semoga curhatan ini bisa membuat beberapa hati orang untuk lebih terbuka akan rezeki yang sudah diatur oleh Allah. Aamiin Allahumma Aamiin.

Sekiaaaan. Mohon maaf jika banyak salah kata. Bye~












Selasa, 21 Februari 2017

Ups! ZONA BAPER!

Pernah enggak sih, kamu berada dalam zona baper-se-baper-bapernya-baper? Kalau aku sih, sering. But, bapernya cukup dalam hati. Enggak mau umbar sana sini apalagi sampai menunjukkan mimik wajah kalau lagi baper. Jangan sampai.

Kali ini, aku sudah kelewat baper. Gimana sih, rasanya ketika kamu udah ngerasa memberikan kebaikan sepenuhnya sama orang. Tapi sebaliknya kamu malah enggak pernah dingertiin dan dihargai? Ya, simpulkan aja sendiri gimana rasanya. Enggak enak untuk dijabarkan.

Ini bukan masalah terlalu baper atau gimana, tapi ini memang tentang perasaan. Ini hati, bukan batu bata. Ini hati, susah buatnya. Enggak kayak batu bata, yang kalau hancur bisa dicetak lagi. Ini hati, bukan kertas. Yang bisa seenaknya dicorat coret terus di ubek-ubek dan dilempar.

Ketika kamu berada dalam posisi pengin marah pake banget, tapi enggak bisa. Gimana sih rasanya? Nyesek banget kan?
Feels like, my heart is in my throat. He-he. Rasanya tenggorokan kayak tesumbat eh~ susah napas.

Aku yakin, semua orang pernah ngalamin posisi ini. Dan bahkan, sedang mengalaminya. Who knows?

Enggak tau kenapa. Ya pengin aja nulis ini. Barangkali bisa sedikit menenangkan ketika tulisanmu dibaca oleh orang lain. Meskipun tanggapannya akan berbeda-beda.

Intinya, untuk siapa pun. Meskipun merasa enggak dihargai, jangan pernah putus untuk melakukan kebaikan. Jangan pernah jadi jahat. Boleh jahat, tapi enggak boleh nyakitin hati orang lain. Hayo, gimana tuh caranya? Hahahaha. Aku juga lagi belajar untuk itu.

So, mari saling berbuat kebaikan, tanpa memandang respon orang apa nantinya. Yang penting kewajiban untuk menjadi baik sudah terlaksana. Baper boleh, asal tetap di lingkaran. Wkwkwkw.

Bye





Kamis, 09 Februari 2017

SAKIT GIGI ON THE WEEKEND!

HARUS BACA BUAT YANG SAKIT GIGI.

Sakit Gigi On The Weekend! (Sakitnya Hilang dalam 5 menit)

Tepat hari ini, pagi ini, sakit gigi kembali melanda.
SUWAKID BUWANGED COY.
Padahal, sudah mau berangkat ke kantor. Tapi gara gara sakit banget sampai teriak-teriak, akhirnya kuputuskan untuk baring dulu sebentar sambil nungguin Sukma beliin obat sakit gigi di Apotik terdekat.

Sedikit berbagi cerita, jadi empat tahun yang lalu, tepatnya saat masih duduk di bangku kelas tiga SMP, aku kan pakai behel tuh. Dan kata dokter harus cabut 4 gigi biar ada ruang untuk gigi yang lain untuk menjadi rapi. Ya gitu lah pokoknya.

Jadi, aku fix cabut empat gigi. Dua di atas, dua di bawah. Lalu tibatiba bapak aku bilang "Kalau giginya ada yang bolong, di tambal segera aja, Dok".

Yasudah, akhirnya gigi yang bolong ditambal manja oleh dokter Sri Rezeki yang kerap disapa Dokter Hani.

Selang empat tahun, kejadiannya baru sebulan yang lalu.
Tambalan gigi itu lepas alias jadi kayak keropos. Padahal aku enggak pernah lupa sikat gigi! Tapi makan batu iya. Ehe ehe ehe. Garink.

Oke ini serius, aku enggak pernah lupa sikat gigi karena aku pakai behel. You know lah kalau pakai behel terus habis makan itu keadaannya gimana. But, tiba-tiba aja gigiku jadi bolong. Hwaaa!

Awalnya samsek gasakit. Cuma rada risih karena udah lama gigi enggak ada yang bolong. Selalu ada yang nyangkut tiap makan.

Karena enggak pernah sempat ke dokter gigi untuk tambal, jadi makin lama ini gigi makin sakit. (Fyi, dokter gigi behelku cuma menangani ortodonti, alias cuma khusus behel, jadi enggak bisa tambal gigi dengan beliau).

Sakit bangetngetnget. Nyutnyutnyut.
Kalau sudah sakit gigi begini, pikiran cuma satu,
"Ya Allah, mendingan sakit hati deh. I hope this is the last"
Padahal kalau lagi sakit hati pasti mikirnya gini, "ya Allah, mending sakit gigi deh. Sakit hati bikin ngebatin". Ah dasar. Manusia.

Singkat cerita, sekitar 15 menit berlalu.
Aku masih terbaring unyu di kasur tingkat sambil meringis ringis manja dengan memegang indah pipi sebelah kiriku.
Tiba-tiba, datang seorang perempuan coklat manis membawa obat cina. Namanya Obat Sakit Gigi Cap Kakak Tua.
Sesuai request. Wk wk wk.

And should u know, readers. Dalam sekejap saja, sakit gigi itu hilang!
Enggak nyangka, harganya cuma 10k, lho!
(Wakakaka lebay)
Obatnya kecil imut kayak badanku.
Dioleskan ke kapas, terus kapasnya ditaruh di gigi yang bolong.
Pedes gitu obatnya. Gak enak.
Tapi yauda enakin aja, daripada sakit gigi.
Terus kan itu enggak enak banget obatnya, jadi aku lepas kapas itu.
Daaaan, wow.
Alhamdulillah sakitnya hilang.
Keren.
Terima kasih kepada makhluk yang telah membisikkan obat recommended seperti ini. Thank you thank you thank you. Homina homina homina.


Foto by: Fira
Ini namanya obat Sakit Gigi Cap Kakak Tua. Tulisannya cina. Enggak ngerti. Bikin PR untuk memahaminya. Intinya itu lah namanya. Cari aja di apotik pasti ada.

Minggu, 23 Oktober 2016

Impossible to understand, without ever feeling. (Tidak mungkin mengerti,tanpa pernah merasakan)

     Halo insan yang sangat suka memandang orang dari sudut pandang sebelah mata,
hai makhluk yang sangat suka mengambil kesimpulan tanpa filter terlebih dahulu,
haruskah aku menulis setiap proses dalam kehidupanku agar kau tahu betapa bersikerasnya aku untuk selalu memperbaiki diriku?

Apakah kamu fikir sebegitu bodohnya aku hingga tak tahu batas dan aturan dalam kehidupan? Apakah kamu fikir aku hidup di dunia untuk menjadi manusia yang tidak berguna sama sekali?

     Meskipun aku masih 18 tahun hidup di dunia ini, aku sudah cukup banyak mendapat banyak pelajaran untuk terus melanjutkan hidup menjadi orang yang baik kedepannya. Kurasa setiap manusia pasti ingin menjadi orang yang baik, termasuk aku.

      Dan sekarang,begitu banyak pertanyaan yang ingin ku lontarkan kepadamu. Apakah setiap urusanku itu penting bagimu? Dan apakah penting bagimu untuk mengurusi jalan hidupku? Baiklah. Menasihati satu sama lain memang tugas dari manusia, namun kembali pada yang paling utama, setiap manusia memiliki HAK atas privasinya. Menasihati boleh, melarang bahkan mengekang jangan. Bukan tidak suka dinasihati, aku sangat suka. Itu menandakan Tuhan dan kau masih sangat menyayangiku.

     Namun, lagi-lagi kembali pada yang utama. Kita hidup masing-masing, dan amal perbuatan ditanggung masing-masing. Kalau saling sibuk mengurusi nasib dosa orang lain, tidak akan ada habisnya. Bukankah kita semua sudah mengerti bahwa kita punya privasi dan jalan hidup masing-masing? Bukankah kau sendiri yang meminta aku untuk bertingkah dewasa? Bukankah ini maumu?

     Hai! Aku sudah berusaha untuk selalu keluar dari zona nyamanku,tahu. Aku berusaha untuk tidak menjadi manusia yang begitu-itu saja. Aku berusaha untuk selalu mencoba hal yang baru. Meskipun begitu,sekali lagi yang aku tekankan, aku masih punya otak dan ingatan untuk selalu berada dijalan kanan. Aku masih punya Tuhan dan masih tertancap di otakku sampai sekarang bahwa kita hidup hanya untuk berbakti pada Tuhan yang menciptakan kita.

   . Lebih baik, ayo, bersama-sama, kita mengurusi diri sendiri. Jangan sampai kita menjadi pribadi yang sibuk mengurusi urusan orang lain, sampai-sampai lupa mengurusi diri sendiri. Dan satu lagi, jangan pernah menilai sebuah buku dari sampulnya. Boleh jadi apa yang kamu lihat buruk diluar, ternyata sangat indah didalamnya. Dan begitupun sebaliknya, tudak menutup kemungkinan apa yang kamu lihat diluar sangat baik, ternyata malah sangat busuk didalamnya.

Jadi, inti dari tulisan fira  disini adalah;
1. Jangan pernah menilai orang dari sebelah mata, sekali-kali gunakan pikiran dari pandangan orang lain. Sekali-kali sebelum kau berbicara, fikirkan terlebih dahulu, "bagaimana perasaannya ketika nanti aku berkata seperti ini?" Jangan EGOIS.
2. Hargai PRIVASI orang lain.
3. Tidak perlu repot mengurusi dan mengomentari masalah orang lain. Karena kamu tidak pernah tau persis apa yang terjadi didalam diri orang lain, sebelum kamu merasakannya sendiri. Because it's impossible to understand, without ever feeling.

     Ditulis oleh perempuan 18 tahun yang katanya masih kecil, padahal sudah memasuki tahun ke-4 hidup sendiri dan jauh dari orang tua dan keluarga.

Rabu, 20 Juli 2016

Bambong for 3 months

     Assalamualaikum
sup fellaz?
ea 
ea
ea

     Oke baik jadi kali ini mau cerita tentang pengalaman jadi bambong 3 bulan yang sama sekali tidak berkualitas dan tidak bermanfaat dan seharusnya tidak perlu ditulis disini tapi ahsudahlah gapapa nyicip dikit.
     Semenjak lulus SMA, dan udah keterima di unmul, jadi bingung banget mau ngapain. 
Jalan-jalan..? Ya, jalan-jalan keliling rumah, bolak-balik kamar-ruang tamu-dapur-wc-dan repeat sampe 3 bulan. Sungguh miris.
     Dan hal yang paling menyebalkan adalah tidak mendapat uang jajan, ya ini adalah problematika remaja kekinian yang tidak mendapat uang jajan ketika sedang libur dan alhasil hanya diam membusuk dirumah sampai lumut itu tumbuh dengan sendirinya. But hold on.... kekinian? oh tidak, Maaf saya bukan anak kekinian dan sangat jauh dari kata kekinian jadi oke kalimat yang tadi saya ganti. Ini adalah problematika remaja sekarang yang tidak mendapat uang jajan ketika sedang libur. oke sip.
      Jadi? intinya? Apa yang saya kerjakan selama 3 bulan ini?
Sangat random. 
Bolak-balik Samarinda-Sangatta, yang gak tau ngapain. haha
Makan tidur dirumah.
Nonton tv.
Nyapu dan bebasuhan adalah pekerjaan wajib (ternyata masih ada yang bermanfaat dari diriku)
Nyuruh temen-temen datang kerumah;gosip,uno;baring mutermuter rumah.
Selalu berwacana ingin joging dan berbagai olahraga lainnya namun.... ya pasti udah tau jawabannya lah ya.
       But... habis pelepasan SMA kemarin karena gatau mau kemana dan mau ngapain jadi oke baik saya main ke suatu tempat yang sangat... ah sebut saja jakarta. Sebenarnya bingung jg disana mau ngapain dan ternyata, ya ada dikit lah manfaatnya, ketemu sama temen-temen lama, mengobati rindu yang mendalam ini eaeaea ini bukan pencitraan, ingat itu.
     Setelah ke Jakarta saya diajakin sama manusia terhorror sepanjang masa tapi ya cantik dikit sih sebut saja dia mbak Kiky, ke Bandung. dan di Bandung adalah 3 hari terhorror sepanjang masa dalam hidupku. 3 hari di kamar hotel ditinggal pergi kerja. Bayangin aja gimana gabutnya 3x24jam coeg. 
Di tambah lagi hujan, ya ga bisa kemana-mana -____-. intinya itu horror.

                       View malam hari Bandung diambil dari lantai 4

lagi di Jakarta. View punggung abang abang grabbike yg sangat baik karena telah memberiku masker pelindung wajahku dari debu. terima kasih abang! marry me? ha ha -_- canda bang jan baper.

     Setelah 2 minggu di Jakarta akhirnya aku menyerah dan balik ke Samarinda. Alhamdulillah ada kerjaan dikit, daftar praregistrasi kuliah, biar terasa dikit camaba nya haha P R E D H.
Karena udah kangen dikit, dikit aja loh ya, sama rumah jadi yaudahdeh pulang. 
DAAAANNN balik lagi ke Sangatta, dan terjadilah eat-sleep-repeat itu. 

ke sekolah hanya untuk bermain-main. hm yeah 
     ...
    ....
     Tanggal 6 Juni, Ramadhan datang~
Ya tetep aja sih ga ngapa-ngapain juga. Kalau ibadah ya gausa diceritain lah ya ntar sum'ah intinya sih itukan kewajiban ho ho ho.
bukber bukber cantik itu sudah pasti dan kali ini sungguh sangat banyak bukbernya sampe mumet amat minta duit mulu sama ortu wkwkwk dasar gatau dirih. skip.

bukber(1)

bukber(2)

bukber(3)

NYADAR GAK SIH, KITA BUKBER TP ORANGNYA ITU ITU AJA. B H A K.
 
     Lebaran pun tiba... yaudah lebaran. gt doank. et bentar, kedatangan tamu jaoh~ hahaha

Nadillah dan kak Umar

dan akhirnya efek gabut(lagi) saya memutuskan untuk ke Palu. Ngapain? ya gak ngapa-ngapain. haha.
ya seenggaknya di Palu ada banyak keluarga yang rela ngajak jalan-jalan. Ya walaupun sebenarnya kesitu-situ aja sih haha.

     View deket rumah di Palu

Mantikole, Palu. Air terjun kah ini? entahlah haha

     Dan pada intinya sekarang udah balik lagi ke rumah, dan sebentar lagi bakal ngurusin yg bener-bener harus di urusin. k u l i a h. but disaat yg lain udah pada nyiapin berkas-berkas sesuai peraturan yg kemarin, kenapa aku masih terbaring unyu sambil mengetik dengan jari jari indahku disini. 

     Ah sudahlah let it flow~
Semoga semua berjalan dengan baik-baik saja. aamiin.
Ini cerita bambongku, mana ceritamuh? kamuh, iya kamuh? 
iyuhiyuh.
bye.

Assalamualaikum.
     

Selasa, 10 Mei 2016

May in Shock(?) Happy Holiday Bambongers

03.05.2016
Moment yang paling ditunggu-tunggu selama di sekolah, pake baju kebaya, dan dapat medali! Haha



07.05.2016
Akhirnya selesai sudah perjuangan 3 tahunku menjadi seorang anak SMA. Alhamdulillah dinyatakan lulus sama sekolah. Alhamdulillah satu angkatan lulus semua, selamaaaat teman-teman MAN 2 Samarinda angkatan 26! Kalian semua keren kawannnn:)) sukses yaaah seberataan! Aamiin Allahumma aamiin





09.05.2016
Alhamdulillah, lulus SNMPTN. Alhamdulillah doa selama ini kesampaian, masuk PTN tanpa test, doa ibu banget ini yak.
"Ping,kuliah di Samarinda aja ya nak gausah jauh-jauh, Mama doain keterima jalur undangan deh."
Okesip makkk terkabul doanyeee! Haha makasih Umi :*

Padahal pengen bat kuliah di Jakarta ngikut si mbak, tp apa daya di Samarinda lah takdirku. Eaaaaaa
((Percayalah itu yg terbaik Fir, aamiin))

Terima kasih bulan Mei yang sangat banyak membuat hatiku bergetar getar dlm menjalani kegiatan ini itu dan nunggu pengumuman! Alhamdulillah semua berjalan lancaaarrrr

Big thanks to Allah. Allah maha baik, maha mendengar, maha penyayang, maha pemberi.

Cieeehhhh camaba. Perasaan baru aje kemaren lulus SMP dah, tau-tau udah mau jadi mahasiswa aja. Semoga dapat menjadi mahasiswa yang tidak mager lah yaaa aamiin hehe.

Mari merasakan menjadi pengangguran gengs! Smoga menjadi pengangguran yang bermanfaat ahahaha. Dan bagi temen-temen yg ikutan test SBM, semoga sukses semua yah! Yakinlah sbm adalah jalan kalian, keep du'a and believe yourself guys! See maa ngaat!



Happy holiday untuk para bambongers


Kamis, 21 April 2016

Good Bye SMA!

     Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaaatuh.

Hiii what's up fellaz?
Lama banget ga nulis entri disini. Padahal so many kesah yang pengen aku ceritain disini but oke pada kali ini aku mau nulis tentang berakhirnya masa putih abu-abu ku eaaa dan cuma mau bilang:

"AKHIRNYAAAAA UN TELAH BERAKHIR!"

You know what moment hari terakhir UN pada tanggal 12 April 2016 yang lalu adalah moment yang sangat aku tunggu-tunggu karena eh karena dari awal masuk SMA aku udah pengen banget lulus dan sangat menantikan hari terakhir UN dimana aku berjanji akan teriak sekencang mungkin. oke ini agak alay tapi aku emang alay jadi yasudahlah.....hm.

Pada detik ini emang belum pengumuman kelulusan,sih. Tapi ya gapapa in sya Allah kita semua lulus 100% kok, aamiin Allahumma aamiin (especially for kawans 26th generation MAN 2 Samarinda yang aku cintai).

Gak kerasa, 3 tahun penuh berkah di masa-masa SMA ini telah terlewati *backsound on top of the world*. Masa-masa sulit bersama telah kita lewati gusys sooo yuhuuu mari kita banyak-banyak bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita kemudahan selama 3 tahun ini.

Pasti bakal kangen sama masa-masa yang sangat istimewa ini. Pasti. Ya meskipun masa SMA adalah masa yang penuh konflik sih haha tapi ya pasti suatu saat akan dirindukan hehe.

Big thanks buat guru-guru tercinta MAN 2 Samarinda yang sangat ketje badai dalam mengajar. Aku tahu para guru sangat lelah karena ngajar murid SMA itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. BUANDEELLLLnya amit amit dah ye. ada aja cara buat kabur dari peraturan haha tapi itu semua akan menjadi KESAH yang sangat menarik tuk anak anak kita kelak. ((Asik bgt men anak anak kita kelak)).

Daaan big thanks juga buat temen-temen ku selama di SMA yang rela membuang buang waktunya hanya untuk menjadi temanku haha, maafkan ku yang menyebalkan ini ya. Ketahuilah bahwa sifatku yang rada judes dan bermuka tembok ini adalah bawaan orok.

Yang pertama, thanks temen-temen X-2 untuk satu tahun kebersamaannya! Disinilah dimana mental-mental di uji karena isinya penuh hapakers dan bullyers. Yang katanya kelas unggulan tapi....ahsudahlah lupakan itu guys intinya kita udah selesai UN sekarang haha. Sukses buat kita semua, yaa! aamiin.

(with wali kelas kami, X-2 2013-2014, Ibu Imas Cucun, S.Pd)

Daaan yang kedua, BIG THANKS buat XI dan XII Bahasa selama 2 tahun ini. Disinilah aku belajar untuk mengetahui watak-watak asli para temen dan bagaimana cara untuk memahami dan memakluminya. karena semakin kita mengenal, watak asli akan ketahuan dan terlihat jelas. Semakin kita dewasa, semakin kita ditunjukkan bagaimana untuk mengatasi sebuah perkara. Susah senang udah kita lewatin sama-sama, dan sekarang kita udah sampe diujung pertemuan kita. in sya Allah kita lulus 100%,aamiin. Pasti bakal kangen sama suasana kelas yang absurdnya amit-amit dah, bakal kangen sama gabin Fajar dan gorengan Ipeh, celotehan-celotehan dan hapak menghapak kalian, pasti bakal kangen pake banget. Kalian luarrrr biasa guys, sangat banyak pengalaman kita di jurusan ini. Terima kasih sudah mau menjadi teman yang sangat hebat! semoga kita semua sukses yaah, aamiin.

(with wali kelas XI-Bahasa 2014-2015, Ms. Djulaikah,S.Pd M.Pd)

(with wali kelas XII-Bahasa 2015-2016, Bu Juniar, S.Pd)


Yang Ketiga, thank youu buat semua organisasi yang pernah aku ikutin selama di MAN 2 Samarinda, Pramuka, Japanese Club, dan Marching Band. Kerennya ruar biasa dahhh, baru kali ini masuk sekolah yang sangat menjunjung tinggi ekstrakulikuler muridnya. ketje!

(bersama beberapa anggota pramuka, wajah kelas 10, masih polos tanpa noda)


(Lomba Nihon go Kurabu at SMAN 10 Samarinda, with Tuti Alawiyah Sensei, pembina ekskul Japanese Club dan guru Bahasa Jepang MAN 2 Samarinda)

(Nah ini ekskul yang paling badhay di MAN 2 Samarinda, ekskul yang ter-eksis karena ga semua SMA di Samarinda punya ekskul ini hahaha, kalau jadi bagian dari MB MAN2 dijamin hitz haha)


Dan yang terakhirrrrrrrr, thanks buat MY SQUAD yang tergila sepanjang masa.
9 orang hebat yang mampu menerjang badai sekuat apapun itu, sahabat ter apalah-apalah selama SMA. makasih buat 2 tahun ini yaaa kawans seperjuangan, tetap jadi comate yang berwajah satu maha yohhh jgn banyak2, hemat pupur tu beingat mun muha banyak boros pupur. wkwk WADAKKK LEHHHHHH -_-v
Sukma si tukang PHP
Papat si wanita solehah
Suci si psikopat
Dante si kalem
Mba Nadil si penjalanjaoh
Putri si rabies
Uci si dedek
Resti si baymax
Sherina si lanji
dan Fira si...... skip.

Intinya kita harus sukses semua yah! aamiin

(Berambai, 13 April 2016. H+1 UN)

dan tidak lupa mengucapkan terimakasih pada anggota KPP48, my lovely dormmates selama 3 tahun ini yg telah mengajarkan bagaimana menjadi anak kost yang baik hahaha

(penghuni kpp48)

Daaan big thanks juga dong buat keluarga yang selalu support aku apapun kegiatan yang aku lakukan dan selalu mendoakanku yang jauh dari mereka huehehe

(Ummi, Abi, Mba kiky, Ajun)

Goodbye SMA. Semoga semua yang terjadi bisa menjadi pelajaran yang bermanfaat untuk kedepannya, aamiin. and NO CORET CORET SERAGAM ya guys! apalagi sampe robek-robek rok gitu, aelah bukan kekinian itu sih kebegoan namanya. Lebih baik disumbangkan kepada yang membutuhkan. OKEEE
Salam Peace, Love, and Gaul!

Maaf kalau ada salah kata didalam entri yang sangat tidak jelas ini, 
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.